Ekonomi Syariah Azzahra

Pascasarjana Magister Ekonomi Islam Azzahra | D3 dan S1 Ekonomi Syariah

7000 SDM Baru Dibutuhkan Perbankan Syariah pada 2010

ib.eramuslim.com- Perbankan syariah masih membutuhkan sekitar 7.000 sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan sekitar 15.000 SDM di tahun 2010. Hal ini diutarakan oleh wakil direktur SDM Bank Syariah Mandiri (BSM) , Eka B. Danuwirana, pada perhelatan Second (Shariah Economic Day) 2010 yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tanggal 3 Februari 2010 lalu.

Bank Indonesia menargetkan aset Rp97 trilyun  untuk perbankan syariah pada tahun 2010. Tercatat Rp63,4 trilyun telah dibukukan oleh perbankan syariah pada November 2009. Dengan jumlah aset saat ini, perbankan syariah mampu menyerap sekitar 15 ribu SDM, sehingga, untuk mencapai target Rp97 trilyun masih dibutuhkan sekitar 7.000 SDM.
Perbankan syariah

Mencari kandidat SDM untuk perbankan syariah bukanlah hal yang mudah. Setidaknya, ada empat kompetensi yang harus mereka miliki. Pertama, kompetensi inti. Perbankan syariah membutuhkan SDM yang memiliki pandangan dan keyakinan yang sesuai dengan visi dan misi perbankan syariah. Kedua, kompetensi perilaku. Yang diutamakan dari kompetensi ini ialah kemampuan SDM untuk bertindak efektif, memiliki semangat Islami, fleksibel dan memiliki jiwa ingin tahu yang tinggi. Ketiga, kompetensi fungsional. Kompetensi ini berbicara tentang background dan keahlian. SDM yang dibutuhkan ialah SDM yang memiliki dasar ekonomi syariah, operasi perbankan, administrasi keuangan, dan analisis keuangan. Yang terakhir ialah kompetensi manajerial. Dibutuhkan SDM yang mampu menjadi team leader, cepat menangkap perubahan dan mampu membangun hubungan dengan yang lain.

Fakta yang terjadi saat ini ialah banyaknya lulusan perguruan tinggi yang menganggur. Namun, di sisi lain, industri perbankan syariah juga sulit untuk mendapatkan pegawai. Hal ini terjadi karena kurangnya kompetensi yang dimiliki lulusan perguruan tinggi saat ini. Oleh karena itu, lulusan bermutu dan berkompetensi ialah sebuah keharusan untuk bergabung di perbankan syariah. Hal ini dapat diasah selama masih berada di perguruan tinggi

Catatan : Jika anda merasa posting ini bagus dan bermanfaat, sebarkan kepada teman2 anda di facebook Klik Disini


2 Trackbacks/Pingbacks

  1. 7000 SDM Baru Dibutuhkan Perbankan Syariah pada 2010 « Ekonomi Syariah 29 03 10
  2. Memacu Pertumbuhan Bank Syariah : Go Syariah 14 12 10

Leave a Reply




Pesan Alumni

Perbankan syariah

Program Magister Ekonomi Syariah Universitas Azzahra memberikan suguhan yang sangat berbeda dan menghasilkan 2 output nyata : mendalami sisi teoritis ekonomi islam secara komperehensif dan konsep praktisi perbankan syariah, sehingga alumnus Magister Ekonomi Syariah Universitas Azzahra sangat representatif untuk menjadi praktisi maupun konsultan di Perbankan syariah. (Any Setyaningrum)

Read More..
Perbankan syariah

Bukannya bermaksud mengingkari hasil pembangunan yang ada selama ini, yang bagaimana pun juga penerapan ekonomi konvensional dengan dalil-dalil hukum positifnya pada hal tertentu memberikan kontribusi kesejahteraan yang tidak sedikit. Namun situasi yang lebih baik bisa diciptakan apabila praktek ekonomi masyarakat dan bangsa berlandaskan pada prinsip-prinsip ekonomi yang fitrah, berdimensi horizontal dan vertikal, berdampak kebahagiaan dunia akherat. Itu yang utama. Melalui pintu pendidikan, Program Magister Ekonomi Islam Universitas Islam Azzahra berikhtiar turut membangun wajah peradaban masyarakat yang lebih cerah. Kuncinya adalah kesiapan SDM dalam menyongsong fajar ekonomi Islam yang kini tengah menemukan momentum.. (Read More)

agama aset bank bank indonesia bank syariah belajar BI bisnis BMT dinar dirham discount dosen ekonomi Ekonomi Islam ekonomi islami ekonomi syariah finance Indonesia islam Islami islamic Keuangan Keuangan islam keuangan syariah kurikulum magister Magister Ekonomi Islam mahasiswa mudharabah Muhammad SAW Pajak pendidikan perbankan Perbankan syariah riba SDM seminar syariah uang umat universitas universitas azzahra wadi'ah wakalah