Seri Catatan Sosial Ekonomi Islami:06
Related Posts
Peranan Kesejahteraan dan Pembangunan Bagi Masyarakat
Kemakmuran masyarakat dapat dilihat dari kelemahan ataupun kekuatan masyarakat yang tergantung pada pembangunan dan kesejahteraan dari sebuah negara. Menurut Ibnu Khaldun, kesejahteraan dan pembangunan tidak tergantung pada bintang ataupun keberadaan tambang emas dan perak (sumber daya alam yang melimpah), tetapi lebih tergantung kepada aktivitas ekonomi, jumlah dan pembagian tenaga kerja, luasnya pasar, tunjangan dan fasilitas yang disediakan oleh negara, serta peralatan yang pada gilirannya tergantung pada tabungan atau surplus yang dihasilkan setelah pemenuhan kebutuhan masyarakat. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan masyarakat, maka pendapatan negara akan semakin besar. Pendapatan yang besar akan memberikan kontribusi terhadap tingkat tabungan yang lebih tinggi dan investasi yang lebih besar untuk peralatan. Dengan demikian, akan ada kontribusi yang lebih besar di dalam pembangunan dan kesejahteraan.
Selanjutnya, Ibnu Khaldun, menekankan peranan investasi dengan mengatakan bahwa kekayaan tidak akan berkembang jika tabungan ditimbun dan ditumpuk. Kekayaan akan tumbuh dan bertambah pada saat kekayaan tersebut dibelanjakan untuk kesejahteraan masyarakat, memenuhi hak-hak masyarakat, serta mengurangi penderitaan masyarakat. Hal itu akan membuat masyarakat semakin baik, memperkuat negara, menjadikan negara makmur, dan mencapai kewibawaan negara. Faktor-faktor yang dapat bertindak sebagai katalisator adalah rendahnya tingkat pajak, adanya jaminan kehidupan dan hak milik, serta lingkungan fisik yang sehat dilengkapi dengan tanaman, air, dan fasilitas kehidupan penting lainnya. Kesejahteraan masyarakat juga tergantung pada pembagian dan spesialisasi tenaga kerja, semakin banyak spesialisasi yang ada maka tingkat kesejahteraan akan semakin tinggi. Akan tetapi pembagian tenaga kerja tidak dapat terwujud tanpa adanya pasar yang diatur dengan baik sehingga memungkinkan masyarakat memenuhi kebutuhan mereka.
Tingkat pendapatan dan kesejahteraan yang semakin tinggi akan memberikan kontribusi terhadap kenaikan pendapatan pajak, sehingga memungkinkan pemerintah mengeluarkan anggaran yang lebih besar bagi kesejahteraan rakyat. Hal ini menimbulkan perluasan di dalam lapangan ekonomi dan meningkatkan pembangunan yang akan mengakibatkan kenaikan jumlah penduduk serta tingkat migrasi tenaga kerja terdidik dan tidak terdidik serta orang terpelajar dari satu tempat ke tempat lain yang pada akhirnya, semua itu, akan memperkuat modal intelektual dan sumber daya manusia dalam masyarakat.
Kenaikan jumlah penduduk akan mendorong tingkat permintaan barang dan jasa yang tinggi, sehingga terjadi kenaikan tingkat industri. Kenaikan tingkat industri akan meningkatkan tingkat pendapatan, memajukan ilmu pengetahuan, dan mempercepat laju pembangunan. Pada awalnya, harga-harga cenderung merosot seiring dengan pembangunan dan produksi yang cenderung meningkat. Akan tetapi, jika permintaan barang dan jasa semakin meningkat, sementara persediaan yang ada tidak mencukupi maka akan terjadi kelangkaan barang dan jasa sehingga harga-harga meningkat. Harga-harga kebutuhan pokok cenderung naik lebih tinggi dibandingkan dengan harga barang-barang mewah.
Demikian pula harga-harga di pedesaan akan lebih cepat naik dibandingkan dengan harga – harga di perkotaan. Biaya tenaga kerja dan pajak juga akan meningkat. Peningkatan tersebut akan membuat harga-harga semakin mahal sehingga masyarakat bertambah menderita dan arus migrasi penduduk akan berbalik.
Pembangunan akan merosot seiring dengan tingkat kemakmuran dan peradaban yang makin rendah. Ketika tingkat populasi dan pembangunan yang semakin tinggi mengarah kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat, tingkat polusi udara dan lingkungan juga semakin tinggi sehingga wabah penyakit semakin tersebar luas, dan dapat menimbulkan tingkat kematian yang semakin tinggi. Pembangunan dan kesejahteraan masyarakat juga menimbulkan kemewahan. Kemewahan dapat meningkatkan permintaan barang dan jasa serta pendapatan yang memperluas pembangunan dan memperkuat negara, tetapi juga dapat menimbulkan keinginan untuk melakukan korupsi dan pelonggaran batasan moral dalam hal pola konsumsi. Sikap hidup sederhana akan luntur dan digantikan dengan sikap boros. Masyarakat cenderung untuk menghabiskan pendapatan mereka untuk barang-barang mewah. Ketika mereka tidak mampu memenuhi keinginan tersebut dengan cara-cara yang benar, maka mereka akan melakukan korupsi.
Akibat hal tersebut di atas, sifat-sifat yang baik dan sikap kreatif yang mendorong solidaritas dan meningkatkan kemakmuran akan semakin memudar yang dapat menyebabkan hasil pembangunan tidak akan tersebar secara merata. Penyebaran hasil pembangunan yang tidak merata itu akan mengurangi semangat kerja dan tingkat kreativitas semakin rendah sehingga tingkat kemakmuran akan semakin merosot. Penurunan pendapatan juga akan mengakibatkan penurunan penerimaan pajak yang akhirnya tidak cukup lagi untuk menutupi pembelanjaan negara. Negara akan menaikkan pajak dan mengadakan kontrol yang berlebihan atas sumber daya masyarakat. Hal ini, akan mempengaruhi insentif dan pendapatan di kalangan petani dan pedagang karena mereka yang harus membayar pajak. Oleh sebab itu, bila tingkat pendapatan menurun, penerimaan pajak juga akan menurun sehingga negara akan mengalami hambatan dalam pembangunan, resesi ekonomi akan meningkat dan kehancuran akan semakin cepat terjadi, sehingga pemerintah yang berkuasa akan jatuh.
Penulis: MERZA GAMAL
(Pengkaji Sosial Ekonomi Islami)
Catatan : Jika anda merasa posting ini bagus dan bermanfaat, sebarkan kepada teman2 anda di facebook Klik Disini




