<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ekonomi Syariah Azzahra &#187; dinar</title>
	<atom:link href="http://mei-azzahra.com/tag/dinar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mei-azzahra.com</link>
	<description>Pascasarjana Magister Ekonomi Islam Azzahra &#124; D3 dan S1 Ekonomi Syariah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 May 2012 09:15:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Dinar Dirham</title>
		<link>http://mei-azzahra.com/2010/03/25/dinar-dirham/</link>
		<comments>http://mei-azzahra.com/2010/03/25/dinar-dirham/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 01:45:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Basrul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Macro & Micro]]></category>
		<category><![CDATA[dinar]]></category>
		<category><![CDATA[dirham]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mei-azzahra.com/?p=501</guid>
		<description><![CDATA[Materi Kuliah Dinar Dirham Economics Micro and Micro Syariah pada Program Pascasarjana Magister Ekonomi Islam Universitas Azzahra Permasalahan Uang Fiat (Trilogi Sistem Moneter Kapitalisme) fiat money/uang kertas: bersifat dekrit; seignorage fractional reserve requirement: masalah bunga: predetermined return Konsep Mata Uang dalam Islam Mata uang dalam Islam: dinar dan dirham, namun tidak mutlak. Al-Ghazali memperbolehkan penggunaan [...]<p><a href="http://mei-azzahra.com/2010/03/25/dinar-dirham/">Dinar Dirham</a> is a post from: <a href="http://mei-azzahra.com">M.Ei Azzahra</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Materi Kuliah Dinar Dirham <strong>Economics Micro and Micro Syariah pada</strong> Program Pascasarjana Magister <strong>Ekonomi Islam</strong> Universitas Azzahra</p></blockquote>
<p>Permasalahan Uang Fiat (Trilogi Sistem Moneter Kapitalisme)</p>
<ul>
<li> fiat money/uang kertas: bersifat dekrit; seignorage</li>
<li>fractional reserve requirement:</li>
<li>masalah bunga: predetermined return</li>
</ul>
<p>Konsep Mata Uang dalam Islam</p>
<ul>
<li> Mata uang dalam Islam: dinar dan dirham, namun  tidak mutlak.</li>
<li>Al-Ghazali memperbolehkan penggunaan uang fiat dengan persyaratan ketat; kewajiban   pemerintah untuk menjaga kestabilan nilainya.</li>
<li>Ibnu Khaldun: Harus mendasarkan nilai uang fiat pada cadangan emas.</li>
<li>Proposisi bahwa mata uang emas paling layak digunakan tidak sekedar berdasarkan romantisme sejarah Islam ataupun landasan ideologis semata tetapi lebih kepada keSTABILan.</li>
</ul>
<p>Syarat Uang</p>
<ul>
<li> Stable</li>
<li>Durable</li>
<li>Portable</li>
<li>Divisible</li>
<li>Desirable</li>
</ul>
<p>Latar Belakang</p>
<ul>
<li> Ketidakstabilan nilai tukar di berbagai negara dan ketergantungan yang  besar pada US Dollar</li>
<li>Penurunan Nilai Mata uang mengindikasikan ketidakstabilan, karena uang fiat tidak di back up dengan nilai emas</li>
<li>Pencarian sistem ekonomi solutif terutama pada sektor moneter tidak sekedar mengganti bunga tapi  harus mempertimbangkan sistem uang fiatnya</li>
</ul>
<p>Dari sejumlah persyaratan tersebut, komoditi yang paling sesuai untuk dijadikan mata uang atau back up dari mata uang adalah: EMAS</p>
<p>Keunggulan Emas</p>
<ul>
<li> Emas berperan penting dalam menopang sistem moneter yang adil</li>
<li>Emas sebagai alat tukar bersifat stabil</li>
<li>Emas sebagai Medium pertukaran yang tepat</li>
</ul>
<p><a title="wahyu dan nabi" href="http://downloads.mei-azzahra.com/dinar-dirham/" target="_blank">Materi Makro <strong>Dinar Dirham</strong> – Economics Micro and Macro Syariah ini bisa anda download disini (Klik)</a>.</p>
<p><a href="http://mei-azzahra.com/2010/03/25/dinar-dirham/">Dinar Dirham</a> is a post from: <a href="http://mei-azzahra.com">M.Ei Azzahra</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mei-azzahra.com/2010/03/25/dinar-dirham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dinar dan Dirham</title>
		<link>http://mei-azzahra.com/2010/03/21/dinar-dan-dirham/</link>
		<comments>http://mei-azzahra.com/2010/03/21/dinar-dan-dirham/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 09:46:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Basrul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Macro & Micro]]></category>
		<category><![CDATA[dinar]]></category>
		<category><![CDATA[dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mei-azzahra.com/?p=474</guid>
		<description><![CDATA[Materi Kuliah Dinar dan Dirham Mata Kuliah Economics Micro And Macro Syariah Pada Program Pascasarjana Magister Ekonomi Islam Universitas Azzahra SEJARAH Pada masa sebelum datangnya Islam, uang dinar merupakan uang yang digunakan dalam transaksi perdagangan. Berbagai jenis uang dinar emas dan perak dirham beredar dalam perdagangan sebagai akibat dari banyaknya bangsa Arab yang berdagang dengan [...]<p><a href="http://mei-azzahra.com/2010/03/21/dinar-dan-dirham/">Dinar dan Dirham</a> is a post from: <a href="http://mei-azzahra.com">M.Ei Azzahra</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Materi Kuliah <a href="http://mei-azzahra.com/2009/10/09/kembalinya-dinar-dirham-ke-nusantara/" target="_blank"><strong>Dinar dan Dirham</strong></a> Mata Kuliah Economics Micro And Macro Syariah Pada Program Pascasarjana Magister <a href="http://mei-azzahra.com" target="_blank"><strong>Ekonomi Islam</strong></a> Universitas Azzahra</p></blockquote>
<p><strong>SEJARAH</strong></p>
<p>Pada masa sebelum datangnya Islam, uang <strong>dinar</strong> merupakan uang yang digunakan dalam transaksi perdagangan. Berbagai jenis uang <a href="http://mei-azzahra.com/2009/10/09/mengenal-dinar-emas-dirham-perak-islam/" target="_blank"><strong>dinar emas dan perak dirham</strong></a> beredar dalam perdagangan sebagai akibat dari banyaknya bangsa Arab yang berdagang dengan bangsa Romawi, Byzantium, dan para pedagang yang melewati negeri Arab. Pada saat itu, kota Makkah menjadi pusat perdagangan dan pertukaran mata uang, sehingga banyak para pedagang dari berbagai negeri datang ke kota Makkah untuk bertemu dan melakukan transaksi perdagangan.</p>
<p><strong>DASAR HUKUM (1)</strong><br />
Dalam sejarah umat Islam, Rasulullah dan para sahabat menggunakan <strong>dinar</strong> dan <strong>dirham </strong>sebagai mata uang mereka, disamping sebagai alat tukar, <strong>dinar</strong> dan <strong>dirham</strong> juga dijadikan sebagai standar ukuran  hukum-hukum syar’i, seperti kadar zakat dan ukuran pencurian. Pada masa kenabian, uang <strong>dinar</strong> dan <strong>dirham</strong> digunakan sebagai alat transaksi perdagangan oleh masyarakat arab. Masyarakat Arab Quraish memiliki tradisi melakukan perjalanan dagang dua kali dalam setahun, yaitu pada musim panas ke negeri Syam (Syria sekarang) dan pada musim dingin ke negeri Yaman.(Hasan, 2005: 31). Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Quraisy ayat 1-4 :</p>
<p><strong>DASAR HUKUM (3)</strong><br />
:&#8221;Karena kebiasaan orang-orang Quraish, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembahTuhan pemilik rumah ini (Ka&#8217;bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan dari ketakutan&#8221; (QS Al-Quraisy:1-4)</p>
<p><strong>AWAL MULA DINAR-DIRHAM</strong><br />
<strong>Dinar dan dirham</strong> dicetak pertama kali pada masa pemerintahan khalifah Abdul Malik bin Marwan pada tahun 695 M/77 H. Dalam perjalanannya sebagai mata uang yang digunakan, <strong>dinar dan dirham</strong> cenderung stabil dan tidak mengalami inflasi yang cukup besar selama ± 1500 tahun. Penggunaan dinar dan dirham berakhir pada runtuhnya khalifah Islam Turki Usmani 1924.</p>
<p><strong>PERDAGANGAN  INTERNASIONAL (1)</strong><br />
Pada tahun 1995 terbentuk organisasi perdagangan dunia WTO (Worl Trade Organization). WTO berperan besar dalam mempromosikan perdagangan bebas dalam proses globalisasi. Tujuan utama didirikanya WTO adalah untuk mendorong dan mengembangkan liberalisasi perdagangan dan menyediakan sebuah sistem perdagangan dunia yang aman. Disamping itu, WTO berperan besar dalam menjalankan setiap aturan yang telah ditetapkan dalam setiap perjanjian perdagangan dunia seperti Uruguay Round Second dan perjanjian pada General Agreement on Tarriffs and Trade (GATT).</p>
<p><strong>PERDAGANGAN  INTERNASIONAL (2)</strong><br />
Salah satu konsekuensi dari lahirnya perjanjian dalam WTO adalah bahwa setiap negara yang ada didunia akan berada dalam level dan tingkat yang sama dalam perdagangan internasional. Keadaan ini menjadikan negara-negara yang sedang berkembang berada dalam skenario ekonomi global dan harus bersaing dengan negara-negara maju. Liberalisasi perdagangan merupakan tantangan bagi negara-negara miskin dan negara yang sedang berkembang untuk bisa mempertahankan ekonominya dan ikut dalam persaingan global (Thani, 2003).</p>
<p><a title="wahyu dan nabi" href="http://downloads.mei-azzahra.com/dinar-dan-dirham/" target="_blank">Materi <strong>Dinar dan Dirham</strong> – Economics Micro and Macro Syariah ini bisa anda download disini (Klik)</a>.</p>
<p><a href="http://mei-azzahra.com/2010/03/21/dinar-dan-dirham/">Dinar dan Dirham</a> is a post from: <a href="http://mei-azzahra.com">M.Ei Azzahra</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mei-azzahra.com/2010/03/21/dinar-dan-dirham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kembalinya DINAR-DIRHAM Ke  NUSANTARA</title>
		<link>http://mei-azzahra.com/2009/10/09/kembalinya-dinar-dirham-ke-nusantara/</link>
		<comments>http://mei-azzahra.com/2009/10/09/kembalinya-dinar-dirham-ke-nusantara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 04:15:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[dinar]]></category>
		<category><![CDATA[dirham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mei-azzahra.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[1992, Granada-Spanyol. Dinar-dirham pertama dicetak kembali oleh Islamic Mint Spanyol di bawah kewenangan World Islamic Trade Organization (WITO), dengan spesifikasi mengikuti standar yang ditetapkan ‘Umar ibn al-Khattab, yakni dinar terbuat dari emas 22 karat 4,25 gram dan dirham dari perak sterling (95%) 2.975 gram. Sejak itu dinar-dirham pernah dicetak di Spanyol, Skotlandia, Jerman, Afrika Selatan, [...]<p><a href="http://mei-azzahra.com/2009/10/09/kembalinya-dinar-dirham-ke-nusantara/">Kembalinya DINAR-DIRHAM Ke  NUSANTARA</a> is a post from: <a href="http://mei-azzahra.com">M.Ei Azzahra</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 1992, Granada-Spanyol. Dinar-dirham pertama dicetak kembali oleh Islamic Mint Spanyol di bawah kewenangan World Islamic Trade Organization (WITO), dengan spesifikasi mengikuti standar yang ditetapkan ‘Umar ibn al-Khattab, yakni dinar terbuat dari emas 22 karat 4,25 gram dan dirham dari perak sterling (95%) 2.975 gram. Sejak itu dinar-dirham pernah dicetak di Spanyol, Skotlandia, Jerman, Afrika Selatan, Dubai, Indonesia.</p>
<p>Di tahun 1993, Kurtzman menulis dalam bukunya, “The Death of Money” bahwa konsep uang-kertas telah diputarbalikkan ketika Presiden Nixon melepas dolar AS dari emas yang menyokongnya.</p>
<p>Turki. Prof ‘Umar Ibrahim Vadillo, pengagas dan pimpinan WITO, menyajikan dinar-dirham ke hadapan Dr. Necmettin Erbakan yang menduduki kursi perdana menteri setelah Partai Refah menang Desember 1995. Dr. Erbakan lalu menyatakan akan menjadikan dinar emas sebagai mata uang nasional. Sayang, momen itu tak berlanjut. Juni 1997, Dr Erbakan jatuh lewat sebuah kudeta yang digalang militer, dan partai Refah dibubarkan Mahkamah Tinggi Konstitusional, Januari 1998.</p>
<p>1996, Afrika Selatan. Diterbitkan buku “The Return of the Gold Dinar”, disusun oleh ‘Umar Ibrahim Vadillo, oleh penerbit Madinah Press. Buku tersebut memberi penjelasan lengkap, tak hanya mengenai sejarah dinar-dirham namun juga bagaimana uang-kertas mempengaruhi harga-harga.</p>
<p>1996 website pertama e-dinar.com, yakni sistem pembayaran elektronik via internet berbasis dinar emas, diluncurkan. Dengan e-dinar ini, segala masalah yang timbul seperti ketidakpraktisan mengirim uang dengan dinar emas dapat diselesaikan.</p>
<p>1998, Universiti Sains Malaysia, Penang. Dinar emas dan dirham perak mulai dibahas dalam International Islamic Political Economy Conference (IIPEC) ke-3 yang diresmikan oleh Tun Daim Zainuddin, yang kemudian menjabat Menteri Keuangan.</p>
<p>1998. Dr Nasir Farid Wasil, Mufti Mesir, menyerukan ekonomi Islam kembali disandarkan kepada emas dan perak, sebagai pengganti dolar Amerika.</p>
<p>30 Oktober 1998, Chicago. Di hadapan American Muslim Social Scientists, Imad-ad-Dean Ahmad dari Minaret of Freedom Institute menyampaikan pesan pentingnya dinar dalam moneter Islam.</p>
<p>Juli 1999, Jakarta. Diadakan seminar bertajuk ”Dinar Emas, Solusi Krisis Moneter” yang digelar PIRAC (Public Interest Research and Advocacy Center) dan SEM Institute. Hasil seminar itu telah dibukukan dengan judul yang sama.</p>
<p>2000, Indonesia. Dinar dan dirham dicetak kembali pertamakalinya di nusantara oleh fuqara shadilliya-darqawiyya (Amir Achmad Adjie, Amir Abbas Firman dan Muqaddem Malik Abdalhaqq) dan dinar-dirham mulai diedarkan melalui Islamic Mint Nusantara. Orang-orang ini yang juga bergiat menyebarkan ilmu dan amalnya bagaimana menjalankan dinar-dirham dan keseluruhan bangunannya, melalui ribat-ribat yang aktif di Jakarta dan Bandung.</p>
<p>2000, e-dinar Ltd, sebuah institusi swasta berbadan hukum yang mengoperasikan e-dinar, didirikan di Labuan, Malaysia. Kemudian e-dinar diluncurkan dalam IIPEC ke-4, yang diselenggarakan ISNET-USM dan diresmikan oleh Deputi Perdana Menteri Malaysia. Kini sebanyak 300,000 orang dari 160 negara telah mulai menggunakannya.</p>
<p>25 Juni 2001, Kuala Lumpur. Saat meresmikan Simposium Al-Baraka Ke-20 mengenai Ekonomi Islam, Dr. Mahathir Mohamad menyatakan digunakannya dinar emas sebagai mata uang Muslim dalam Islamic Trading Bloc dan sebagai cadangan nasional negara-negara anggota OKI.</p>
<p>Juli 2001, Kuala Lumpur. Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi didampingi ‘Umar Vadillo, CEO e-dinar Ltd., bertemu dengan Dr Mahathir. Kemudian, menjelang penganugerahan gelar doktornya, Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi menyampaikan “Restoration of Fiscal Islam” yang menegaskan dinar emas dan dirham perak perlu kembali digunakan dalam sistem moneter.</p>
<p>November 2001, Dubai. Islamic Mint secara resmi meluncurkan dinar emas dan dirham perak di Uni Emirat Arab, dan khalayak dapat memperolehnya di Thomas Cook Rostamani Exchange Company maupun di Dubai Islamic Bank. Dalam kesempatan itu juga ‘Umar Ibrahim Vadillo menekankan perlunya zakat dibayar dengan dinar.</p>
<p>24 November 2001, Bandung. “Seminar Dinar-Dirham, solusi krisis mata uang”, diadakan oleh DKM Masjid Unpad, dengan pembicara di antaranya Achmad Iwan Adjie dari Islamic Mint Nusantara dan Zaim Saidi dari PIRAC.</p>
<p>Maret 2002, Kuala Lumpur. Kembali satu berita gembira saat Dr. Mahathir Mohamad menyatakan bahwa Malaysia telah menyediakan mekanisme penggunaan dinar emas dan menjadikannya alat pembayaran dalam perdagangan internasional.</p>
<p>1 Mei 2002, Kuala Lumpur. Perdana Menteri Malaysia, Dr. Mahathir Mohamad, kembali menyatakan bahwa Malaysia sedang menjajagi usaha digunakannya dinar emas dalam perdagangan dengan tiga negara Asia Barat, dan Maroko, Libya serta Bahrain telah menyatakan tertarik. Beliau juga mengusulkan digunakannya sistem e-dinar untuk menyiasati perpindahan emas dalam bentuk fisik dalam pembayaran internasional dan dalam hal itu perjanjian bilateral diperlukan.</p>
<p>Akhir Mei 2002, Medan. Yayasan Dinar Dirham menyelenggarakan seminar bertemakan dinar-dirham solusi krisis moneter, dengan pembicara di antaranya Dr. Hakimi, Dr. Zuhaimy, Dr. Abdalhamid Evans, dan O.K. Saidin. Seminar tersebut berhasil menekankan perlunya mekanisme inti yakni suq, qirad dan dinar untuk kembali kepada ekonomi yang sejati, ekonomi yang lebih menitikberatkan pada pasar, qirad, perdagangan, waqaf, paguyuban dan dinar emas.</p>
<p>Agustus 2002, Kuala Lumpur. Dalam seminar “Stable and Just Global Monetary Systems” Mahathir menegaskan digunakannya dinar emas sebagai alat pembayaran dalam perdagangan bilateral antara Malaysia dan negeri lain mulai pertengahan 2003, dan selanjutnya diperluas menjadi perdagangan multilateral. Kemudian penasihat ekonomi perdana menteri, Tan Sri Nor Mohamed Yakcop, menjelaskan mekanisme penggunaan dinar emas melalui perjanjian bilateral dan multilateral.</p>
<p>Oktober 2002. Ketua PIRAC Ir. Zaim Saidi mendirikan Wakala Adina di Jakarta. Sebelumnya, telah berdiri pula Wakala-Islamic Mint Nusantara di Bandung dan Wakala Ribat Jakarta. Fungsi Wakala di antaranya sebagai gerai tukar di mana khalayak dapat berjual-beli, menukar dan menitipkan dinar-dirhamnya. Karena fungsinya sebagai wakil dari pemilik dinar-dirham, maka Wakala tak boleh meminjamkan dinar-dirham maupun memberikan kredit kepada pihak ketiga. Zaim Saidi juga dikenal aktif menulis dinar-dirham di berbagai media dan mengisi berbagai seminar dan diskusi.</p>
<p>2 November 2002, Bandung. Diselenggarakan Semiloka “Dinar dan Dirham sebagai salah satu alternatif Keluar dari Himpitan Krisis”, di Balai Asri Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Bandung. Bertindak sebagai pembicara dalam Semiloka yang diadakan ICMI yakni Dr. Hakimi Ibrahim dari ISNET USM Malaysia, Ketua umum ICMI Adi Sasono, dan pimpinan Islamic Mint Nusantara Amir Achmad Iwan Adjie. Dalam kesempatan itu Adi Sasono mengajak semua pihak menguatkan perekonomian Indonesia supaya tidak bergantung pada negara lain. Salah satunya adalah dengan penggunaan dinar-dirham yang stabilitas nilai mata uangnya terjamin.</p>
<p>22-23 Oktober 2002, Kuala Lumpur. Satu seminar besar lain yang dihadiri negara-negara anggota OKI, yakni “The Gold Dinar in Multilateral Trade”. Dalam seminar itu Bijan Latif, pimpinan Central Bank Iran, mendukung didirikannya sekretariat di Malaysia untuk mengkoordinasikan perkembangan kebijakan dinar emas. Dr. Mahathir Mohamad juga menyatakan untuk kembali kepada perjanjian Bretton Wood di mana mata uang dunia disandarkan kepada emas.</p>
<p>21 November 2002, Jakarta. Seminar “Zakat dan Dinar Sebagai Kekuatan Dimensional Ekonomi Bagi Hasil” diselenggarakan di Auditorium Plasa Mandiri dengan pembicara seperti Revrisond Baswir, Iwan Pontjowinoto, Jefril Khalil, Zaim Saidi, dan Eri Sudewo dan lainnya.</p>
<p>27 November 2002. Dalam satu seminar di Jakarta, ICMI mengusulkan pembayaran haji dengan dinar. ”Saya mengusulkan kenapa kita tidak merintis sesuatu yang lebih radikal dalam konsep syariah dengan membayar ongkos naik haji menggunakan dinar saja,” ujar Adi Sasono. Beliau berpendapat, dengan menggunakan dinar maka spekulasi fluktuasi mata uang ataupun permainan valas dapat dihindari.</p>
<p>22 Desember 2002, bertempat di Gedung MUI Depok, BMT Al Kautsar, Depok, meluncurkan pemakaian dinar dan dirham. Salah satu produk yang dipasarkan dengan dirham adalah air dalam kemasan MQ. Tiap kardus, berisi 48 gelas air kemasan MQ, dijual oleh AL Kautsar dengan harga 1 dirham. “Kami ingin menjadikan dinar dan dirham sebagai mata uang sejati umat Islam,” ujar Ahmad Saifuddin, Ketua Umum BMT Al Kautsar kepada Republika. Dalam acara tersebut hadir pula perwakilan dari Ahad Net yang menyatakan tengah menjajagi pemakaian dinar dan dirham dalam jaringan usahanya.</p>
<p>24 &#8211; 26 Januari 2003, Pontianak. Dalam pembukaan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) ICMI dan Konferensi Nasional Ekonomi Syariah, Wakil Presiden Hamzah Haz mencanangkan sosialisasi penggunaan mata uang dinar dan dirham. Pemasyarakatan penggunaan dinar-dirham, terutama dalam pembayaran zakat, transaksi berskala besar dan internasional, akan melibatkan berbagai lembaga keuangan seperti Bank Muamalat Indonesia (BMI), Dompet Dhuafa Republika, PIRAC, Murabitun Nusantara, Yayasan Dinar-Dirham Medan, Masyarakat Syariah, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), maupun Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (Pinbuk). Seusai menutup Konferensi dan Silaknas, mantan ketua umum ICMI Adi Sasono menyatakan ICMI menyarankan penggunaan mata uang dinar dan dirham secara bertahap dimulai dari tabungan haji, alat pembayaran zakat, mas kawin, tabungan masa depan (beasiswa). ICMI juga menyerukan agar pemerintah berani mengambil kebijakan politik dalam meningkatkan peran dinar dan dirham sebagai cadangan devisa maupun sebagai alat tukar transaksi.</p>
<p>27 Januari 2003, Jakarta. Menurut ketua Departemen Ekonomi ICMI, Sugiharto, ICMI dan sejumlah institusi lain yang tergabung dalam Forum Gerakan Dinar-Dirham Indonesia (Forindo), seperti MUI, Yayasan Dinar-Dirham, PNM, Wakala Adina, Masyarakat Ekonomi Syariah, Asbisindo, dan Forum Zakat Nasional, sedang menyiapkan cetak biru penerapan mata uang dinar dan dirham dalam perekonomian Indonesia.</p>
<p>Januari 2003. Pakar ekonomi dari Universitas Bengkulu (Unib), Prof. Dr. Zulkifli Husin, SE, MSc, menilai penggunaan mata uang dinar dalam perdagangan luar negeri akan menguntungkan perekonomian Indonesia, karena nilainya relatif stabil.</p>
<p>Kini, Dinar-Dirham dicetak secara berkesinambungan oleh Islamic Mint Dubai dan Islamic Mint Nusantara, dan digunakan secara pribadi di 22 negara.</p>
<p><a href="http://mei-azzahra.com/2009/10/09/kembalinya-dinar-dirham-ke-nusantara/">Kembalinya DINAR-DIRHAM Ke  NUSANTARA</a> is a post from: <a href="http://mei-azzahra.com">M.Ei Azzahra</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mei-azzahra.com/2009/10/09/kembalinya-dinar-dirham-ke-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

